20 Agustus 2009

Interlude


Dimanakah semesta saat aku menatapmu?


Hanya hujan yang menampar-nampar muka

tak ada tempat berpijak selain gemuruh

langit menjelma kaca kita yang retak

lara kaca

namun kau haus pelangi,seperti katamu

muncul sewaktu-waktu

dan menyiksakan warna birunya selalu

dalam kamus sunyiku


Oleh : Helvy Tiana Rossa

0 komentar:

Posting Komentar


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Architecture. Powered by Blogger