05 Juli 2009

Dhuha Ini Bunga Ku Berkembang


Inilah saat yang tepat untuk menulis puisi
Berenang engkau dalam wujud asal mu
Aku bukan pandai tembikar yang membentuk dirimu
Meraih mimpi jalan-jalan di negeri abadi
Terikpun datang saat engkau wujud di pangkuanku
Malu aku mengaku engkaulah tembikar pilinan jariku
Ataukah genta di kuil misteri nun jauh dalam safari dulu
Berdenting di tiup angin
Jauh, penuh rahasia dan asing
Namun sepertinya jariku ikut memetik bunyi itu
Dan angin mengubah bunyinya
Bagai mimpi-mimpi yang silih berganti
Engkau telah menggenggam sitarmu sendiri
Dengan jari yang bukan jari ku lagi
Dan mimpi yang tak lagi kita berbagi


Oleh : Ust. Rahmat Abdullah

Baca Kelanjutan... Dhuha Ini Bunga Ku Berkembang


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Architecture. Powered by Blogger